1001 Cerita WM 2011**

BERBAHAYA! Titik-Titik Bulat Catatan Aneh!

Asswrwb…

SubhanAllah, rindu benar rasanya hati telah lama tak besua di rumah ini. Meski sesungguhnya telah lama kata-kata ini menggelegak ingin segera ana tumpah ruah di rumah ini. Ada sejuta kerinduan yang tak terbendung, kurang lebih hampir 2 minggu lebih ana tak pulang ke WSC. Berikut ana tuturkan beberapa perjalanan singkat yang telah ana tempuh dan menemani ana selama beberapa minggu berlalu. Beberapa catatan yang telah lama ingin ana tuang. Semoga ini menjadi catatan sejarah, bilaku telah berpulang kelak. Karena ana percaya, selalu ada butiran hikmah yang tak akan pernah lekang oleh zaman…

17 Januari 2010

  • Pukul 11:00 WIB ana berangkat meninggalkan kawasan bumi mendalo asri menuju bandara sultan thaha syaifudin. Keberangatan dengan pesawat penerbangan JT. 605 itu harusnya pukul 12.15 WIB. Ternyata delay. Keberangkatan di mulai pukul 14.15 WIB. Sembari menunggu keberangkatan ana mengirimkan pesan dengan beberapa rekan-rekanku. Karena pagi itu seharusnya ana menghadiri agenda penyerahan penghargaan mahasiswa berprestasi di Kampus untuk yang keduakalinya pada 2010 ini. Ana meminta adik yang sekamar untuk mewakili momen itu.
  • Ana berangkat ke Jakarta tak sendiri. Ana mengajak adik senior yang magang di rumah kreatifku untuk membantu kegiatan pameran. Pukul 15.00 ana sampai di Bandara Soekarno. Lama sekali menunggu pengambilan bagasi. Baru pukul 16.00 semua rampung. Jalan macet. Ana cemas karena belum shalat dzuhur dan ashar. Berharap telah sampai di Penginapan sebelum ashar habis. Pukul 17.20 ana baru sampai. Kak Iful rekan WM (Wirausaha Mandiri)—Pengusaha Properti—yang berasal dari wilayah yang sama menelpon ana beberapa kali, apakah ana telah sampai di penginapan. Beliau telah berkeluarga. Sangat baik dan seperti seorang kakak bagi ana.

Untuk selanjutnya “ana” mengganti ana dengn bahasa “aku” agar tidak kaku…

  • Aku sampai di Holten Sultan (Konon katanya Hotel Termewah di JKT). Tempat penginapan itu. Hatiku cukup berbahagia di penginapan. Petugas hotel sangat hangat. Juga panitia WM yang juga membuatku tenang. 2 wanita berjilbab sejenis denganku (berjilbab lebar).
  • Aku berada di kamar 878 lantai 8. Sedikit kecewa. Tak ada koneksi internet. Padahal aku punya banyak amanah untuk mengirimkan beberapa lomba dan hasil nilai ujian mentoring adik-adik di kampus. WIFI service di hotel pun harus membayar. Sementara modemku belum diganti kartu area Jkt.
  • Pukul 20.00 Agenda penyambutan Finalis Wirausaha Mandiri Indonesia. Hufft, astaghfirullah….aku sedikit asing. Pasalnya hampir sebagian besar pesertanya kalangan adam.  Alhamdulillah suasana tetap terkondisikan. Akhirnya. (diriku sendiri yang berjilbaber dan 2 panitia itu).
  • Rampung penyambutan dan makan malam. Aku istirahat….Zzzzzzz

18 Januari 2010

Pagi-sore

  • Rampung sarapan aku dan seluruh peserta bersiap. Hari itu penjurian Nasional wirausaha mandiri. Penentuan dari perjuangan. Meskipun aku tak merasakan getar-getar ketakutan atau semacamnya selayaknya mau mengikuti lomba. Tak tahu. Mungkin karena sudah terlalu biasa menghadapinya (Hemmmm, tak buleh takabbur taaaak buleh).
  • Aku mendapat nomor urut 6 setelah urutan dari beberapa finalis lainnya. Wartawan dan stasiun TV ramai sekali di lokasi penjurian. Berulangkali mereka mewawancarai dan merecord. Aku bingung campur senang. Bingung karena semuanya meminta waktuku. Senang karena bisa mempromosikan produk secara gratis.
  • Aku presentasi di depan enam pakar dewan juri nasional. Aku lupa nama mereka. Yang pasti necis. Ada yang dari akademisi, dari ahli kreatifitas, dan aku lupa yang lainnya. Aku menjelaskan dengan senang hati. Tak seperti presentasi karya ilmiah. Kali ini sangat menyenangkan.
  • Aku lega. Dewan juri tak ada bertanya aneh-aneh. Semuanya bernuansa masukan dan saran. 1 Jam labih aku di ruangan penjurian itu.
  • Rampung presentasi wartawan memburuku.….???
  • Rampung penjurian, shalat dan makan aku kembali ke kamar. Beberapa kali temanku bernama Teguh (mahasiswa dari Malang pengusaha Consultan IT dan Media Pendidikan) dan Wahyu (Pontianak-pengusaha Jamur Tiram) itu berulangkali menelponku. Mereka mengajakku berkeliling di sekitar Taman hotel.
  • Akhirnya aku turun menuju Taman bersama Ita adik seniorku. Kami berkeliling berdua. Teguh dan Wahyu telah kembali ke kamar masing-masing. Aku membuat mereka bosan menungguku (ada2 saja mereka, jilbabku kan lebar begini), (tak fahamkah taaakk?)
  • Aku menikmati suara percikan air mancur di taman itu. Aku suka suara gemericik air. Suka sekali. Bahkan sangat suka. Tak bisa di ekspresikan.
  • Selanjutnya aku dan Ita berjalan santai menuju glora Senayan. Hanya beberapa kilo dari depan Sultan. Kami berkeliling senanyan bersama K Dila dan K Ces (Pengusaha Songket Minang). Setelah menghabskan sepiring siomay dengan rebus parai pahit. Aku suka sayur parai. Meski Ita nyengar-nyengir. Ngeri melihatku melahap sayur pahit itu. Nyammm, biar pahit aku suka.

Malam

  • Aku datang terlambat makan malam. Semua rekanku telah berkumpul di sana. Aku bertemu istri Kak Iful dan anaknya. Beliau ummahat. Legalah hatiku. Kami makan bersama termasuk dengan rekan-rekan WM lainnya yang sangat humoris itu.
  • Rampung makan malam, shalat, istirahat. Zzzzz
  • Ikuti terus jejak kisahku…..
  • Esok harinya….

19 Januari 2010

Pagi

Aku terlambat bangun. Semalam aku lembur mendownload tugas dari kaderisasi kampus. Aku memakai modem Teguh. He2…tamanku yang satu ini lucu sekali. Logat jawanya sangat kental. Mengingatkanku pada seseorang.

  • Aku terlambat menghadiri pembinaan pagi itu. Pembicaranya subhanAllah…Dulu aku pernah mengisi acara yang membedah buku beliau. Aku sangat senang membaca buku itu. Sangat menginspirasi dan melatih keberanianku. Pak Jaya Setiabudi penulis buku The Power of Kepepet. Banyak sekali manfaat yang kuperoleh. Aku dapat ilmu contoh membuat iklan yang lucu dan unik, de el—el—-Alhamdulillah…..mimpiku bertemu dan bersharing langsung bersama beliau akhirnya tanpa kusangka saat itu aku mendengarkan beliau secara langsung. Aku banyak bertanya tentang usaha yang aku dan rekan-rekanku rintis. Banyak sekali masukannya. Aku suka dapat masukan.
  • Rampung seminar aku kembali ke kamar. Sholat dan istirahat sejenak. Aku tak sempat makan siang. Padat sekali. Aku kembali lagi ke ruangan melanjutkan agenda sharing bersama pak Jaya. Beliau sangat humoris dan menyenangkan. Ana suka sekali dengan cara beliau menyampaikan. Ramah sekali. Humoris dan ramah. Menyenangkan. Sangat!!!
  • Sore kami seluruh peserta WM menuju JCC guna mengikuti gladi resik malam anugerah mandiri award 2010. Aku kaget melihat ruangan dalam gedung. Tempat dimana selama ini aku hanya nonton di TV persis dengan Indoneian Idol dan semacamnya. Kini aku menjadi pemainnya. Bukan penonton. Rekan-rekanku juga terlihat berbinar dengan ekspresinya masing-masing. Tak ada yang jaim. Karena memang hanya aku dan K Iful sendiri yang bertitel ikhwah. Semuanya aneh. Tapi lucu. Mereka humoris sekali. Perutku sakit. Menahan tawa.
  • Sore pukul 17.30 Kami kembali ke Hotel. Aku dapat stand boot no 13. Tempat dimana aku menggelar daganganku. Jualan-jualan….
  • Aku istirahat. Sangat melelahkan malam ini. Zzzzzzz.
  • Kisah masih berlanjutkah??…..
  • Iyah…..Iyah…betul….masih….panjang

20 Januari 2010

  • Pagi ini pengumuman pemenang Wirausaha Mandiri PT. Bank Mandiri (Persero) tbk tingkat Nasional. Masya Allah…..”Akeelah and The Bee” aku terkenang novel thesisku. Ribuan peserta memadati ruangan itu. Allah………………….

Aku benar-benar merinding melihat mereka. Melebihi jumlah peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang pernah aku ikuti di Denpasar pada Juli 2010 lalu.

  • Rekan-rekanku histeris. Melihat artis selebritis (Bondan, Artika dll) turut meramaikan acara itu. (Sementara aku sibuk dengan diriku sendiri, mengutak-atik handphone si Kadek (pengusaha sepatu lukis dari Bali).  Hemmm, para selebriti itu tidak memberi pengaruh dalam hidupku. Begitu aku membatin.
  • Acara itu di buka oleh Pak Hatta Rajasa. Aku terkesima mendengar ceramahnya. Meski kurang konsentrasi. Karena asik membaca postingan status FB rekan-rekanku yang nyeleneh dan bikin sakit perut.
  • Momen pengumuman itu di umumkan. Aku tak merasakan apa-apa? Aneh memang.
  • Saatnya seluruh finalis yang berasal dari seluruh wilayah nusantara di panggil di Panggung yang mirip lapangan bola kaki itu karena luasnya yang membuat aku merinding untuk berdiri di sana. Allah, inikah yang di sebut takdir.
  • Aku sendiri yang memakai rok dan batik gamis Jambi sepanjang dengkul dengan jilbab stola Minang Kabau yang panjang ^_^
  • Hatiku bergetar!!!
  • Mataku terpaku pada ribuan mata manusia yang duduk memenuhi bangku ruangan yang di desain setengah lingkaran. Bertingkat-tingkat. Dan semua berisi kepala manusia yang memiliki sepasang mata. Semua seperti menelanku. Aku bergetar. Dan tersenyum. Aku…? Benarkah?
  • Allah…, benarkah apa yang tengah aku saksikan ini…
  • Aku belum pernah memimpikan ini sebelumnya. Aku hanya memimpikan Tropi berbentuk bintang melesat itu berada di atas lemari bukuku. Itu saja.
  • Tapi saat ini Engkau menitipkan mimpi ini pada nyataku. “Hamba yakin, Engkau persiapkan rencana terindahMu untukku.”
  • Mimpiku sederhana Allah ”menjadikan Bapak mencintai-Mu, membangun keluargaku dan keluarga imamku kelak karena-Mu, juga lingkunganku) amiiin, itu saja Allah, iAllah…”Kun Fayakun…”
  • Tiba pengumuman itu, mulai dari terbaik Wirausaha Boga, Jasa, Kreatif Kategori Pascasarjana, lalu mahasiswa, dan THE END———selesai!
  • Aku bingung….Namaku kok tak di panggil…
  • “Loh Ai, yang menang Mbak Dewi Tanjung dan Alvin ya” dengan polos aku bertanya pada Ai yang berdiri di sebelahku.
  • Ai hanya tersenyum.
  • Saat itu aku menyadari bahwa Aku belum berkesempatan menjadi yang terbaik pada lomba Wirausaha Kreatif kategori mahasiswa Tahun Ini.
  • Aku hanya tertunduk mengingat 2 wajah pembimbing yang paling berpengaruh dalam menemani perjuanganku Pak Agus Syarif dan Pak Dede Martino, “Maafkan aku pak..”
  • Anehnya…
  • Dari sebuah suara yang keras dan lantang, “Evi Marlina” namaku di panggil. Suara gemuruh tepuk tangan mengepul memenuhi ruangan megah dan gemerlap itu.
  • “Dari Universitas Jambi” suara itu kembali menggema.
  • Sambut tepuk tangan semakin riuh……ku lihat ribuan tangan mengepal dan melambai-lambai kearahku. Rekan-rekanku dari IPB, UGM, ITB, UI, UNPAD dll yang tak kukenali warna almamater mereka.
  • Aku mendongakkan wajahku.
  • “Sebagai Wirausaha Terinovatif Kategori Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2010”
  • “AllahuAkbar” Takbir dan Gempita hatiku.
  • Aku menggenggam tangan Ai. Ai menatapku. Kami berpelukan.
  • Aku melangkah maju. Ragu…
  • Benarkah Allah….
  • Tak salahkah nama itu….
  • Namaku…..?
  • Aku berdiri diantara ribuan manusia di atas panggung nan besar itu. Aku takut……”Jaga hatiku Allah…” Semoga ini baik bagi agama, dunia dan akhirat hamba dan ummat. Hanya itu doaku saat itu.
  • Pak Halimi dan rombongan Kanwil palembang berlari memfotoku. Aku haru…
  • Rampung acara aku berlari menuju booth pameran produk.
  • Banjirrrrrr. Ratusan mahasiswa dan belasan wartawan menyerbu boothku. Astaghfirullah….SubhanAllah….aku pontang-panting….semuanya bertanya mengapa bisa begini dan begitu? Allah…
  • Aku kelimpungan mencari ita adik tingkatku yang sengaja ku ajak untuk menemani dan membantuku. Tapi belum muncul juga. Kuprediksikan dia masih mendengarkan materi.
  • 20 Menit kemudian…
  • Byarrrrrrrrrrrrrrr…
  • Ratusan dan bahkan ribuan mahasiswa dan undangan keluar dari ruangan dan menyerbu booth peserta finalis wirausaha mandiri……Termasuk aku yang menjadi korbannya…
  • Allah…
  • Dengan semangat 45 aku memberikan penjelasan pada mereka. Semuanya bertanya….
  • Ratusan Kartu nama dan brosur habis dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
  • Setelah sedikit sepi aku makan siang bersama Ita dan K Mik (Kakak Seniorku yang sekampung denganku. Tinggal di Jkt dan telah berkeluarga, datang menjengukku). Beliau banyak memberikan masukan bagaimana mengembangkan usahaku dkk.

Malam Hari

  • Acara selesai pukul 21.00 WIB. Tapi aku dan Ita pamit pulang dahulu pukul 19.00 ke Hotel. Aku menitipkan Booth pada Naura (Pengusaha Kue dari Makasar) dan Hamzah (Pengusaha Kaos Lukis Makassar)
  • Sesampai di hotel aku ambruk. Shalat dan menjamak taqdim isya.
  • Rampung berbenah aku dan Ita turun ke lobi. Tak berminat makan malam di hotel. Kami berdua bermaksud makan ayam lele di samping JCC.
  • Di depan lobi aku bertemu 3 Rekanku dari Makassar.
  • “Mau kemana kita?”  (yang berarti “kamu” dalam bahasa Makassar) Hamzah bertanya padaku.
  • “Evi produkmu loh di jagain..” Naura menambahkan…
  • “Iyah kami mau kesana lagi, jawabku.”
  • “Mau makan di mana kalian” Hamzah bertanya lagi.
  • “Kami mau cari yang murah meriah” Jawab ita. Kami berlalu meninggalkan Naura, Hamzah, Subhan dan Abang Kertas kreatif begitu aku menjulukinya…
  • Ternyata mereka bertiga (kecuali Naura) malah mengikuti kami berdua. Kami tak bisa menolak. Huuufffft. Dunia yang berbeda memang. Allah, berbedanya dunia yang saat malam ini telah kulakoni.
  • Kami bercerita bisnis usaha ini dan itu. Juga cerita tentang kengerian kota Jakarta. Karena malam itu Hamzah berkeras hendak ke Swalayan, membeli cas HP. HP nya droup dan dia bermaksud menelpon Ibunya. Sontak kami berempat melarangnya. Mengingat kisah kasus kejahatan kota Jakarta.
  • Arham (Pemenang 2 pengusaha Pin Makasar) muncul dan ikut nimbrung, mesan A dan B. Mereka berebutan melihat album foto usaha dan katalog produkku.
  • Aku resahhhh,,, sudah malam.
  • Padahal malam itu jam 20.00 aku berjanji akan menemui Mbak Putri, staf Bank Mandiri Provinsi Jambi. Ia ingin bertemu denganku.
  • Dan akhirnya aku ikut nyengir, saat Arham melunasi semua makanan kami.
  • Aku dan Ita ke JCC, sementara Hamzah dan Genk mau berkeliling.
  • Aku dan Ita Kembali ke booth. Dan telah sepi. Pukul 21.00.
  • “Sudah mau tutup Dek.” Kata Pak Satpam.
  • “Mau beresin produk Pak” Jawabku.
  • Aku ke booth. Jantungku bergetar hebat. Dag——–digggggg Allah………aku lalai!!!
  • Tragedi itu terjadi…
  • Tropi berbentuk bintang melesat ke langit dari kuningan yang berkilauan itu tak ada di meja boothku. Padahal aku meletakkannya di sana siang tadi.
  • Kami kebingungan. Lapor pada satpam.
  • Satpam heboh malam itu.
  • “Salah seorang peserta kehilangan piala Pak” Lapornya pada yang lain.
  • Aku diam. Lalai… Teringat kisahku di Bali. Saat aku dan timku juga lalai meninggalkan sertifikat penghargaan dan hadiah uang tunai di hotel mistik itu.
  • Aku menelpon Kak Dila, dan Agus (satu kanwil denganku). Semuanya mengatakan tak tahu.
  • Hu….hu…..aku ingin menangis. Aku berdosa ya Allah….
  • Aku kembali menelpon Kak Iful….
  • “Assalamu’alaikum…..Kak Ifullll,,,” Serobotku…
  • “Wassalamwr,,,,ada apa Vi, dimana sekarang..?” Jawabnya..
  • “Masih di JCC, Kak Iful ada nyimpan piala Evi dak Kak, tadi evi tinggal di booth”
  • “Ha……ha…..(terdengar suara Kak Iful tertawa…) dan besuara dengan rekan yang sepertinya di sisinya…..”Evi kehilangan piala.” Katanya dengan rekannya.
  • “Kak Ifulll, kakak simpan ya….?” Tanyaku menggantung…
  • “He2…iya vi,,,tadi Kakak lihat pialanya di atas meja. Orang sudah sepi jadi kakak bawa aja ke Hotel, lain kali hati-hati…”
  • Huufffft…..Allah, sukran mataku berkaca-kaca…
  • Pak Satpam lega, dan tersenyum padaku, lalu membantu membereskan produkku dan menyimpannya ke dalam lemari.
  • Malam itu kami pulang ke hotel bersama panitia Wirausaha Mandiri. Karena sudah larut malam. JCC sudah mulai sepi Jakartaaaa. Bak Kota mati!
  • Aku kembali ke hotel. Di lobi aku bertemu Kak Iful, staf kanwil mandiri Palembang dan Herman (Pengusaha ES), mereka senyam-senyum mengejekku.
  • “Pak Halimi tadi yang minta Kakak nyimpan pialamu Evi.” Kata Kak Iful.
  • “Hi2…sukron Kak.” jawabku dan pamit ke kamar kami.
  • Aku tergeletak setelah sampai di ruang istirahat….Tapi…..Tak nyaman.
  • Allahhhh.
  • Masih mau lanjutttt?
  • Baiklah…
  • Malam itu aku pontang-panting. Pasalnya aku belum mengirimkan naskah lomba nulis cerpen yang aku ikuti. Aku lupa dan memang belum sempat mengirimkannya. Aku kekamar Ai yang berada di lantai 10 (pengusaha baju muslimah). Pasalnya di kamarnya ada LAN. Mengejar sebelum pukul 12.00 WIB. Dan Pukul 12.00 WIB baru rampung. Aku lega. Kembali ke kamarku yang di latai 8. Merinding…Sepiiiii sekali.
  • Dan, aku benar-benar tidur tak sadarkan diri malam itu. Total…Zzzzz

21 Januari 2011

  • Pagi itu hujan deras.
  • Aku shalat subuh agak kesiangan. Aku ingin menangis. Bukan karena rindu Mamak. Mamak tak pernah absen menelpoku. Pagi siang malam.
  • Aku ingin menangis. Aku rindu WSC ku…, aku rindu Cafesastra, aku rindu MITI, Laskar Ilmiku, Rumah Cinderamataku, Forum Sciencku dan beberapa jejaring milis dan grup lainnya. Aku rindu dengan kisah-kisahnya. Tapi aktifitas di sini sangat kait mengait.

  • Aku semakin rindu. Sejak magrib dan hingga subuh ini. Sejak pertama hadir dan mungkinkah sampai akan kembali pulang? Tak tertahankan. Tak! Sungguh! Aku benar-benar ingin menangis. Aku merindukan sesuatu. Suara yang biasanya tak pernah absen memanggilku. Selama di sini rasanya kering. Ring—–Kering—-Kota Matikah?!!! Ah, aku tak boleh berlebihan.
  • Suara itu tak ada memanggilku. Duhaiiiiiiii suaraaaaaaaa,,,aku merindumuuuuu.
  • benar-benar rindu….Tak tertahan….
  • Aku merindukan suara itu ya Allah, panggilan-Mu.
  • Suara Adzan
  • Allah…
  • Dan di Hp ku aku tak menyimpannya
  • Tapi suaraku tercekat…..!
  • Hilang total, hanya serak-serak basah tak menentu.
  • Yah suaraku habis karena melayani pertanyaan pengunjung booth yang jumlahnya ribuan, juga belasan wartawan yang datang silih berganti.
  • Ohhhh….masih 2 hari lagi.
  • Pukul 09.30….Kami harus ke JCC menggelar booth kembali….
  • Masih hujan deras,,,,
  • Kiriman Tiki Produk yang dikirm dari Jambi kami bawa pakai kantong asoy besar. Agar lebih mudah membawanya. Awalnya aku berencana ke JCC dengan memaka jasa taxi untuk berlindung dari hujan, akan tetapi rekan-rekanku mengajakku untuk ke sana dengan melewati ruang bawah yang menghubungkan Sultan Hotel dengan JCC melalui jalur bawah.
  • Aku melewati lorong panjang itu. Suara angklung mendamaikan aliran darahku.
  • Aku sampai di booth pameran. Ramai betul. Meski suaraku telah habis. Serak, pilek dan baru aku menyadari kalau ternyata aku demam panas. Tapi mau bagimana lagi pengunjung tetap ramai bertanya ini dan itu.
  • Rekan-rekanku kaget. Mendengar suaraku. Hilang! Mereka mencemaskanku. “Tenang saja Evi tak papa” Jawabku. Berbohong!
  • Aku tetap bersemangat…45
  • Dan kami di pameran sampai pukul 19.00. Ramai betul, banyak turis mancanegara yang mampir di boothku…..beli ini dan itu, Chinese apalagi, tunjuk ini dan itu,,,tak tawar-tawar lagi….menyenangkan….kalau begini…^_^
  • Buku tamu pengunjung fullllLLLLLLLLL…Kartu nama dan brosur kiriman ke dua juga Ludesssssssss…
  • Kami kembali ke hotel, shalat dan istirahat…
  • Aku tak bisa tidur, karena suhu badanku bertambah. Ayooooo tidurlah…..
  • Terpejamlah
  • esok masih menunggu…..

22 Januri 2011

  • Dengan semangat baru, suaraku semakin parau. Tapi bersyukurnya selera makanku masih lumayan. Jadi aku tak begitu khawatir. Pertanda masih sehat.
  • Kami kembali ke booth. Hari itu menyenangkan.
  • Tidak terlalu ramai, agendanya hanya berkumpul bersama pemenang WM ‘10 dan beberapa kali aku meningalkan Ita di booth, aku mendengarkan seminar dari para pemenang WM 08 dan 09 sembari duduk di kursi dengan kondisi tak nyaman.
  • Demamku mulai merambah.
  • Aku sedikit terhibur saat melihat anak-anak kecil melukis di sisi panggung, Lucu! aku ingin jadi guru TK (ah….aku tak tahu, iyah ingin menjadi pengusaha yang doyan nulis dan yang mendidik anak-anak kecil ), PAUD apa ya atau TK atau psikolog, yang menyenangkan buat oang lain dan anak-anak kecil itu. Lucunya….
  • Rampung dzuhuran dan jamak qasar ashar sekaligus aku balik lagi ke booth, masih saja ramai. Ita asik ngobrol dan dengan wajah riangnya. Supel sekali adik tingkatku itu.
  • Jelang pukul 20.30 aku beres-beres dan bermaksud meningglkan JCC. Pulang ke penginapan. Sudah sampai di persimpangan Jalan menuju JCC, tiba-tiba Nizar (Panitia WM) memanggilku.

“Vi,,,,mau kemana” Panggilnya. Ke Hotel, mau istirahat.

  • Kami bersungut….Karena ia melarangku untuk kembali ke Hotel sebelum pukul 21.00, dengan alasan masih ada tamu dari Bank Mandiri yang akan berkunjung.
  • Aku tak berminat masuk kembali. Aku duduk di trotoar depan JCC. Sembari mengutak-atik HP ku. Dan dalam hitungan 15 menit. Aku dan Ita pulang ke Hotel. Menyertai rekan-rekan WM yang juga pulang.
  • Rabbi, malam ini suhu badanku semakin panas…
  • Tapi tak kuhiraukan
  • Tenanglah, esok pulang.

23 Januari 2011

  • Aku terlambat hadir di Asean Room. Karena bersiap-siap dahulu. Packing barang. Aku sarapan bersama pengusaha dari Medan dan Pontianak WM 09.
  • Suhu badanku lumayan turun….lebih normal. Ita jalan-jalan ke Tanah Abang pagi itu.
  • Aku share di Asean Room….
  • Bertemu pengusaha WM mulai dari angkatan 07-09. Subhanallah……LUAR BIASA! Sungguh menginspirasi. Kalau masyarakat Indonesia seperti ini. Tak ada lagi kemiskinan di Bumi Indonesia
  • InsyAllah…
  • Terimakasih Allah, sarapan pagi yang bersahaja
  • Kami saling bertukar fikiran
  • Dan pukul 14.00 aku pamit
  • Pukul 17.15 aku take off ke Jambi

Suhu Jambi, panas-pana sejuk bersahabat

  • Jambi aku datang…
  • Rekan-rekanku, Aris dan Ijul sudah menunggu kami di Bandara dengan membawa mobil umum yang di sewanya.
  • Wahhhh, mereka gembira sekali melihat aku membawa piala yang besar itu. Sepanjang perjalanan menuju wisma kami sibuk bercerita.
  • Aku sampai di Wisma.
  • Dan akhirnya baru terasa,,,,
  • Aku terbaring dengan pasrah di Wisma, kamarku.
  • 3 Hari lamanya aku hanya berbaring. Menyentuh laptop seperlunya, mengecek FB dan melihat postingan WSC, CS dll, membaca sekilas saja.
  • Aku rindu menuang kata sesungguhnya. Tapi kepalaku bergoyang jika berlama di depan layar. Mengabur dan aku harus mengclose-nya dengan rasa yang pedih….
  • aku rindu dengan kumpulan kata-kata yang telah menggelegak di kepalaku
  • Bersabarlah….
  • Hari ketiga Ibu dan Bapak datang, dengan keponakanku.

Di kampung Halaman

  • Aku bahagia. Bertemu dengan keluargaku. 3 Hari tiga malam yang menyenangkan. Aku bisa beristirahat dengan baik. Mendengarkan ceriwisan keponankanku Aufa yang genap berusia tiga tahun itu. Ia pandai sekali.
  • Satu hal kisah di kampung halaman menjelang aku pulang ke Jambi. Sebuah kisah yang tak pernah kuprediksikan sebelumnya. Apakah lagi kurencanakan. Astaghfirullah, sungguh ya Allah. Betapa Engkau Maha Tahu. Betapa aku telah bersusah payah untuk menjaga hatiku sekian lama, sekian tahun, sedari mulai mengenal huruf hingga kini aku bisa membaca Ayat-ayat-Mu. Sungguh Allah. Namun apa pun yang telah tejadi aku harus terus bersyukur, karena dari peristiwa aku kembali percaya, bahwa hidup adalah sekumpulan kepingan puzzle untuk belajar.
  • Dari sana aku juga kembali memahami, mengapa Engkau mewajibkan hamba-Mu untuk terus menerus belajar, menuntut ilmu. Mengapa harus belajar sejak dari ayunan bahkan kandungan hingga samapi ke liang kubur. Dari sana aku kembali memaknai apa itu definisi belajar. Dan dari peristiwa besar itu aku kembali meyakini bahwa itulah yang dinamakan qada dan Qadar-Mu. Sebuah ketentuan yang akan menjadi bagian sejarah dalam hidupku. Takdir yang akan menjadi bagian dari kisah yang akan menuntunku untuk berjalan menggapai ridha-Mu dengan sangat penuh hati-hati. Untuk terus belajar memandu diri dengan Panduan Terbaik sepanjang Hayat. karena diriku adalah seorang muslimah!
  • Terimakasih Allah, telah menghamparkan peristiwa ini padaku. Semoga Engkau ridha dan beningkan kembali hati-hati ini untuk menjamah keluasan ke Maha Quddus-Mu.
  • Aku kembali di Jambi, di wismaku. Allah…, indah rencana kami Jauh lebih indah Rencana-Mu. Di sini mereka menyambutku, rekan-rekanku, adik-adikku, juga amanahku.
  • Alhamdulillah, terimakasih Allah.
  • Dan aku kembali berjuang menunaikan tugas akhirku selaku mahasiswi di kampus tercinta.
  • Bismillah…!!! AllahuAkbar!!!
  • He2…Terimakasih WSC, tempatku berbagi. Semua kata yang selama ini berlompatan did ala fikiranku telah tertuang sudah. Ana merasa lega.
  • Salam terindah untuk keluargaku di Rumah ini.

Wasalam

Evi Marlina Al-Ardvici Kreatif

“Titik mengajariku sebuah keluasan dan kehati-hatian…”

5 responses to “1001 Cerita WM 2011**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s