Kerja Itu Istirahat Kita, Kritik itu Bangun Jiwa Kita

Dear Pengunjung. Terimaksih buat Anda atas kunjungannya di Stand SAD Ringke-Ringke pada pameran PKBL BUMN yang berlangsung sejak tagl 16-20 Maret 2011 di JCC. Selama itu pula ku tak bermain dengan kata.

Ijul dan Ali adalah 2 pejuang yang membuat rumah ini rame dan berwarna. He2, iya bener sekali. Si Ijul alias Afjul memiliki karakter dengan selera humor yang tinggi, sehingga hanya membayangkan wajahnya pun kita uda ketawa karena sifat humorisnya yang renyah itu. Peace Dot Com Panjul :)–Sementara Ali, orang paling sabar pisan yang pernah ditemui-SenengDotCom🙂

Kali ini ku ingin berbagi cerita tentang aktifitas kami rampung Pameran yang di sponsori oleh Bank Mandiri Pusat JKt tersebut. Bener-benar mengesankan! Dan saya pamit pulang dahulu, meski pun sebelumnya sudah mengcontact beberapa teman-teman maya yang dikenal via maya, misalnya Mbak Ratna Staf Redaksi Majalah UMMI dan Majalah Pajak-Aku bertemu pada saat WM Pada Januari Lalu, kami janji bertemu di acara Pameran, Lalu ada Pak Widodo pegawai Yayasan Obor Indonesia, yang juga kukenal hanya Via maya karena daku memesan buku2 referensi skripsiku, lalu ada Tyan Nufotami kenal via FB karena tak sengaja dia juga pengangum negara Turki sepertiku, ada Kirana via Milis WSC, ada Lusi via WM, ada Dika via WM dan ada banyak lagi. Aduhai kawan, sungguh kuncinya lebarkanlah sayapmu, kepakkan seluasnya, maka akan kau jumpai sejuta Saudaramu dimana saja engkau berada. Aku merasakan hal itu. Sungguh! Bahagianya :)–Meski ku tak sepat btemu, karena pulang dahulu–Bagaimaapun terimaksih telah meluangkan waktu untuk berkunjung🙂

Aku pamit dahulu meninggalkan Kadek (Teman dari Bali), Ali dan Ijul-Karena menyiapkan hal-hal yang dibutukan untuk persipan Ujian Skripsi-Beberapa hari lamya aku hanya berkutat dengan laptop, novel, dan huruf2 itu. Di KAMAR SAJA. TAK KEMANA_MANA, KECUALI KAMPUS DAN agenda setoran ngaji rutinan. Nah, tak sengaja sore itu rampung belajar ngaji sama temen, dia cerita mau Ke Dendang, TanjabTimur-Ada acara, aku tertarik mendengan dusun itu, pasti Unik, fikirku. Lalu aku segera menawarkan diri untuk ikut serta, dia pun langsung meng-ok kan. Siiiiip.

WeLcome Dendang!!!

SubhanAllah!! Luar Biasa. Dusun yang fantastic. Kecil, mungil, tanah gambut, airnya kayak teh warnanya. WOOOW!!! Aku bener-bener fressh dan segar sekali. Hutannya rada meranggas, meski masih banyak pepohonan. Lagi2 yang membuat rada kesal, adalah jalan yang rusak parah dan mengenaskan. Maka aku dan K’ Era hanya bisa meminta bantuan warga untuk menyebarangka motor itu.🙂

Singkat cerita, Pak Dede (Mentor Tim Kreatifitas UNJA) menelponku. Menanyakan kabar dan keberadaanku. Aku menjawab tengah liburan Pak di Desa Dendang. Pak Dede tertawa dan bilang gini “besok ke rumah Bapak ya, liburannya nanti dulu, ada pak Dinas pariwisata mau ketemu.” Glek!! “He2..iya Pak.” Jawabku singkat.

Aku hanya bisa garuk-garuk kepala. Bukan karena bingung karena Pak ka. Dinas Pariwasata meminta btemu, tapi karena nasehat Pak Dede “Liburannya nanti dulu.” Nasehat Pak Dede terngiang-ngiang–dan aku jadi malu-Teringat masih banyk hal yang sedang menungguku di Jambi.

Rampung menikmati Dendang, esoknya aku pulang dengan k’ Era–Aku juga minta izin tak mengisi agenda Siaran di Radio-He2, ini adalah tempat ku berbagi dengan orang lain, makanya aku suka itu! Sore ini pukul 15.45 Pak Dede meminta aku dan tim menemui beliau di rumahnya. Tancap Gasssss! Rampung shalat asahar. meski mataku masih lima wattt. Ngantuuuuk sekali, akibat perjalanan jauh dari Dendang.

Di Rumah Pak Dede

Ramai betul, kelompok wirausaha Sayur modern dan Minyak Nilam uda pada ngumpul. Aku dengan wajah terkantuk-kantuk duduk di workshop Pak Dede, dan menyakan keberdaan beliau. “Dari mano bae kak.” Tanya si pengusaha nilam-he2, afwan Dek ya, kk lupa namamu :)–

Pak Dede datang

“Ke mana saja Vi…”

Aku menjawab seadanya.

Lalu muncul pak Agus Syarif (mentor PMW UNJA) yang diikuti oleh Si Kuli fotographer yang jago ngocol se UNJA raya itu-he2, si mas Sadewo, peaceDotCom mas.

Pak Dede bercerita panjang lebar-

Aku, Cici, Rini, Ijul, and semuanya hanya melongo dot com mendengarkan pengarahan dari Pak Dede dan Pak Agus Syarif secra bergantian.

“Jadi, jadilah pribadi yang siap menerima Kritik Apapun itu, menerima dan dengarkan setiap kritikan yang masuk, ndak perlu kita bersikukuh mempertahankan kemauan kita. Degarkan dengan baik, lalu sampaikan tentang maksud kita dengan baik, jadikanlah pekerjaanmu itu istirahatmu, buat tempat kerjamu senyaman mungkin, kalian bisa siapkan buah di sana, musik di sana, kue di sana, dapur, tempat istirhat dan hal2 lain yang menyenagkan buat kalian, dan berkreasilah di sana. istirhat kita itu ya kerja kita, mengerjakan sesuatu dengan riang hati. Berkaryalah terus menerus, sampai kematian menjemput kita.”

Dan…

Kurasakan bahwa dunia ini begitu indah, banyak betul aku menemukan orang-orang yang sedemikian berharga dalam hidupku.

Bersambung

Evi M Al-Ardvici

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s